Potensi Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C.) dalam menghambat pertumbuhan dan pembentukan biofilm Escherichia coli ATCC 25922

Authors

  • Lisa Soegianto Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Dwi Afifaha Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.33508/jfst.v12i2.7561

Keywords:

kaffir lime leaves, minimum inhibitory concentration, minimum bactericidal concentration, antibiofilm, Escherichia coli ATCC 25922, phytochemical screening

Abstract

E. coli adalah bakteri Gram negatif yang menjadi faktor utama dalam patogenesis infeksi saluran kemih, infeksi luka diabetes dan infeksi luka pasca operasi karena menghasilkan biofilm. Biofilm merupakan matriks ektraseluler yang dibentuk bakteri dan tersusun dari polisakarida, protein dan DNA ekstraseluler. Pembentukan matriks ini merupakan salah satu penyebab resistensi bakteri pada pengobatan antibiotik karena dapat menghalangi difusi antibiotik atau antimikroba. Namun pembentukan biofilm dapat dikendalikan dengan senyawa antibakteri dibawah kadar hambat minimum. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui potensi ekstrak etanol daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C.) sebagai alternatif kombinasi pengobatan dalam menghambat pertumbuhan dan menghambat pembentukan awal struktur biofilm E.coli ATCC 25922. Daun jeruk purut diekstraksi melalui metode maserasi dengan etanol 96%(1:5). Metode microtiter plate assay digunakan dalam uji  aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 3,125 – 50 mg/ml sedangkan uji aktivitas penghambatan biofilm dengan  konsentrasi 2,12– 34 mg/ml  dan pewarna biofilm kristal violet 1%. Skrining fitokimia ekstrak etanol daun jeruk purut mengonfirmasi adanya senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Pengujian menunjukkan hasil Kadar Hambat Minimum 41,28 mg/ml dan Kadar Bunuh Minimum 50,25 mg/ml sedangkan konsentrasi ekstrak  34 mg/ml  menunjukkan penghambatan pembentukan biofilm tertinggi yaitu 92,98% dengan MBIC50 antibiofilm 8,64 mg/ml.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astriani, N.K., Chusniasih, D., dan Marcellia, S., 2021, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 8(3): 291-301.

Bouyahya, A., Chamkhi, I., Balahbib, A., Rebezov, M., Shariati, M. A., Wilairatana, P., Mubarak, M. S., Benali, T., and El Omari, N., 2022, Mechanisms, Anti-Quorum-Sensing Actions, and Clinical Trials of Medicinal Plant Bioactive Compounds against Bacteria: A Comprehensive Review, Molecules, 27(5), 484. https://doi.org/10.3390/molecules27051484

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1989, Materia Medika Indonesia, Jilid V, Departemen Kesehatan Indonesia, Jakarta.

Dwisari, F., Harlia, dan Alimuddin, A.H., 2016, Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Terpenoid Ekstrak Metanol Akar Pohon Kayu Buta-Buta (Excoecaria agallocha L.), Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 5(3): 25-30.

Jap, A.L.S. dan Widodo,A.D., 2021, Diare Akut pada Anak yang Disebabkan oleh Infeksi, Jurnal Kedokteran Meditek, 27(3): 282-288.

Karlina, V.R. dan Nasution, H.M., 2022, Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, Journal of Health and Medical Science, 1(2): 131-139.

Kırmusaoğlu, S., 2019, The Methods for Detection of Biofilm and Screening Antibiofilm Activity of Agents. in Antimicrobials, Antibiotic Resistance, Antibiofilm Strategies and Activity Methods. IntechOpen. Available at: http://dx.doi.org/10.5772/intechopen.84411.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia., 2017, Farmakope Herbal Indonesia, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Jakarta

Malangngi, L. P., Sangi, M. S. and Paendong, J. J. E. 2012. Penentuan kandungan tanin dan uji aktivitas antioksidan ekstrak biji buah alpukat (Persea americana Mill.). MIPA Unsrat Online, 1(1): 5–10.

Panda, S.R., Meher, A., Prusty, G., Behera, S., and Prasad, B.R., 2025. Review : Antibacterial properties and therapeutic potential of few medicinal plants: current insights and challenges, Discover Plants, 2:21, https://doi.org/10.1007/s44372-025-00097-4

Purbowati, R., 2016, Hubungan Biofilm dengan Infeksi: Implikasi pada Kesehatan Masyarakat dan Strategi Mengontrolnya, Jurnal Ilmiah Kedokteran, 5(1): 1-14.

Qanitah, F., Ariastuti, R., Ahwan., Maharani, P., Wuri, N.A., 2022, Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Dari Kabupaten Klaten, Jurnal Ilmiah Gema, 34(1): 47-51.

Triana, E. 2018, Aktivitas antibiofilm bakteri Escherichia coli oleh bakteriofag secara in vitro, Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati, 17(1): 77-84.

Wu Y, Bai J, Zhong K, Huang Y, Qi H, Jiang Y, Gao H. 2016.Antibacterial Activity and Membrane-Disruptive Mechanism of 3-p-trans-Coumaroyl-2-hydroxyquinic Acid, a Novel Phenolic Compound from Pine Needles of Cedrus deodara, against Staphylococcus aureus. Molecules. 21(8):1084. doi: 10.3390/molecules21081084. PMID: 27548123; PMCID: PMC6273998.

Zhang, M., Han, W., Gu, J., Qiu, C., Jiang, Q., Dong, J., Lei, L., Li, F., 2022, Recent Advances on the Regulation of Bacterial Biofilm Formation by Herbal Medicines, Frontiers in Microbiology. 13: 01-17

Downloads

Published

2025-10-30

Issue

Section

Article

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.