EDIBLE FILM BERBAHAN PATI UMBI-UMBIAN: SEBAGAI ALTERNATIF KEMASAN PANGAN BERKELANJUTAN
DOI:
https://doi.org/10.33508/jtpg.v25i1.8232Abstract
Permasalahan limbah plastik yang sulit terurai menjadi isu global yang berdampak besar terhadap lingkungan, khususnya pada sektor industri pangan yang banyak menggunakan kemasan berbahan dasar plastik sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pati dari singkong, talas, kentang, dan ubi jalar sebagai bahan baku pembuatan edible film ramah lingkungan serta menganalisis karakteristik fisik, mekanik, dan biodegradabilitasnya sebagai alternatif kemasan pangan berkelanjutan pengganti plastik konvensional. Kondisi ini mendorong pengembangan kemasan ramah lingkungan yang bersifat biodegradable, salah satunya berupa edible film berbasis pati umbi-umbian. Pati dari singkong (Manihot esculenta), talas (Colocasia esculenta), kentang (Solanum tuberosum), dan ubi jalar (Ipomoea batatas) memiliki potensi besar karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia. Edible film berbahan pati umbi-umbian menunjukkan ketebalan pada kisaran 0,05–0,12 mm, kekuatan tarik (tensile strength) antara 7,8–12,5 MPa, dan daya regang (elongation) sekitar 20–45%. Penambahan bahan plasticizer seperti gliserol serta bahan penguat seperti kitosan terbukti mampu meningkatkan fleksibilitas, homogenitas, serta ketahanan terhadap kelembapan tanpa menurunkan integritas mekanik film. Dengan demikian, edible film berbahan pati umbi-umbian merupakan alternatif strategis untuk menggantikan kemasan plastik sekali pakai, mendukung konsep pembangunan berkelanjutan dan inovasi industri kemasan pangan di masa depan.
Downloads
Downloads
- 4 257
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alexander Benedict Markus Natanael, Yohanes Tandoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.