EKSTRAKSI KITOSAN DARI CANGKANG UDANG DAN APLIKASINYA SEBAGAI KEMASAN MAKANAN
Abstract
Abstrak
Udang adalah salah satu bahan baku makanan yang sangat sering dikonsumsi oleh manusia, terutama pada negara
di Asia Tenggara. Bagian dari udang yang dikonsumsi hanya pada bagian dagingnya sehingga menghasilkan limbah
cangkang udang yang banyak. Cangkang udang sangat kaya nutrisi, contohnya seperti zat kalsium yang seringkali diolah
kembali sebagai pakan ternak sapi untuk meningkatkan asupan kalsium. Selain kalsium, cangkang udang juga kaya kitin
yang dapat diolah menjadi kitosan sebagai bahan baku edible film. Penulisan seminar ilmiah ini bertuju untuk mengolah
limbah udang untuk mengurangi limbah makanan dan juga sebagai teknologi yang dapat memperpanjang umur simpan
komoditas. Edible film dapat memperpanjang umur simpan karena kitosan sendiri memiliki sifat antimikroba, antioksidan,
dan permeabilitas air yang rendah sehingga komoditas tidak mengkerut dengan cepat.
Kata kunci: Kitosan, Udang, Edible film.
Abstract
Shrimp is an animal that is frequently consumed by humans for a balanced diet, especially in Southeast Asian
countries. The part of a shrimp that is often consumed is the shell-less body, resulting in a large amount of shrimp shell
waste. Shrimp shells are rich in nutrients, such as calcium, which is often recycled as cattle feed to increase calcium
intake. In addition to calcium, shrimp shells are also rich in chitin, which can be processed into chitosan, a raw material
for edible film. This article aims to process shrimp waste to reduce food waste and also as a technology that can extend
the shelf life of commodities. Edible film can extend shelf life because chitosan itself has antimicrobial and antioxidant
properties, and low air permeability which makes product shrink slower.
Keywords: Chitosan, Shrimp, Edible film
Downloads
Downloads
- 2 8
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 jeanette charmine k

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.