Kajian Faktor Ekonomi Sebagai Determinan Kejadian Stunting
Economic Factors As Determinants of Stunting Among Children
DOI:
https://doi.org/10.33508/ners.v14i1.8316Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia 0–59 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan di bawah standar usia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu keterbatasan ekonomi keluarga. Stunting berdampak pada gangguan perkembangan kognitif, motorik, dan verbal, keterlambatan perkembangan otak, gangguan metabolisme, pertumbuhan fisik yang tidak optimal, serta berpotensi meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan faktor ekonomi terhadap kejadian stunting pada anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu, Kabupaten Toraja Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu. Sampel berjumlah 86 ibu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner demografi yang berfokus pada variable pendapatan keluarga. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara faktor ekonomi dengan kejadian stunting. Nilai signifikansi tersebut (p ≤ 0,005) mengindikasikan bahwa faktor ekonomi berperan dalam terjadinya stunting pada anak balita. Kesimpulan: Faktor ekonomi berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak balita.
Kata kunci ; Faktor Ekonomi, Kejadian Stunting
Downloads
References
Agustina, R., Dartanto, T., Sitompul, R., Susiloretni, K. A., Achadi, E. L., Taher, A., Wirawan, F., Sudarmo, S. M., Shankar, A. H., & Sudfeld, C. R. (2019). Multisectoral nutrition program governance and implementation in Indonesia: A qualitative analysis. The Lancet Child & Adolescent Health, 3(10), 740–749. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(19)30111-4
Dewi, R. S., & Kartini, N. (2021). Strategi pemberdayaan ekonomi keluarga dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 22(1), 37–44.
Handayani, S., & Pratiwi, N. S. (2022). Analisis pengeluaran rumah tangga terhadap status gizi balita di wilayah miskin perkotaan. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(2), 101–110. https://doi.org/10.25182/jgp.v17i2.5032
Holbala, D., Nur, M. L., & Boeky, D. L. (2022). Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap kejadian stunting. Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan, 11(2), 169-177.
Nurbaya, S. (2022). Hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian stunting di Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 14(2), 112–119. https://doi.org/10.14710/jgki.14.2.112-119
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (2024). UMP dan UMSP Sulsel Tahun 2025. Retrieved from https://sulselprov.go.id/post/pemprov-sulsel-resmi-tetapkan-ump-dan-umsp-sulsel-tahun-2025#:~:text=UMP%20Sulsel%20untuk%20tahun%202025,dibandingkan%20dengan%20UMP%20tahun%202024
Rachmi, C. N. (2021). Determinants of stunting among children under five in Indonesia: A systematic review. Indonesian Journal of Public Health, 16(1), 1–10. https://doi.org/10.20473/ijph.v16i1.2021.1-10
Tim Percepatan Penurunan Stunting. (2024). Laporan TPPS Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024 Laporan Semester I Tahun 2024. Retrieved from https://bappelitbangda.sulselprov.go.id/content/new_directory/2024/Laporan_TPPS_Provinsi_Sulawesi_Selatan_Tahun_2024_Laporan_Semester_I_Tahun_2024.pdf
Waryana, W., Wahyuni, C. U., & Astuti, D. (2020). The effect of maternal behavior on stunting prevention in rural areas. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 15(1), 1–6. https://doi.org/10.21109/kesmas.v15i1.3772
Downloads
- 1 229
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Natalia Rakinaung, Angela Laka,Theresetty Pasulu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.