STUDI KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA MINYAK DAGING BUAH ALPUKAT METODE EKSTRAKSI COLD-PRESSED
DOI:
https://doi.org/10.33508/jtpg.v25i1.7857Abstract
Sebagian besar alpukat dikonsumsi segar, tetapi permintaan baru-baru ini meningkat secara signifikan untuk minyak alpukat. Pembuatan minyak dari daging alpukat menggunakan metode ekstraksi cold-pressed didasari oleh kebutuhan untuk menghasilkan minyak alpukat dengan kualitas yang lebih alami. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi tingkat kematangan dan suhu pengeringan terhadap karakteristik fisik (warna dan densitas) dan karakteristik kimia (oil yield, acid value, peroxide value, dan profil asam lemak) minyak buah alpukat yang diekstraksi menggunakan metode cold-pressed. Suhu tinggi dan lama proses ekstraksi minyak alpukat menyebabkan penurunan kualitas minyak. Cold-pressed dapat digunakan sebagai metode ekstraksi karena dapat menjaga sifat nutrisi minyak. Alpukat yang digunakan terdiri dari 2 jenis yaitu alpukat setengah matang dan alpukat matang. Persiapan yang dilakukan sebelum ekstraksi adalah alpukat harus dalam keadaan kering. Alpukat setengah matang dilakukan pengeringan pada suhu 50oC, 60oC, dan 70oC. Alpukat matang dilakukan pengeringan pada suhu 70oC. Rendemen minyak alpukat paling besar diperoleh oleh minyak alpukat matang sebesar 10%. Analisis acid value menunjukkan bahwa minyak alpukat matang memiliki acid value lebih rendah sebesar 0.35%. Analisis peroxide value menunjukkan bahwa minyak yang dihasilkan tidak rusak dan tidak tengik. Asam oleat menjadi asam lemak utama dalam minyak alpukat yang diperoleh paling besar dari alpukat matang.
Downloads
Downloads
- 2 117
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Martha Fransiska Nono, V. Kristina Ananingsih, Alberta Rika Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.